KLIKKAMI.NEWS - Cuaca buruk yang melanda wilayah Kepulauan Selayar menyebabkan kapal penyeberangan tidak dapat beroperasi menuju beberapa pulau, termasuk Pulau Jampea. Akibatnya, pasokan kebutuhan dasar masyarakat mulai menipis.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Pasimasunggu, Iptu Hariyanto, saat dihubungi melalui telepon selulernya beberapa waktu lalu.
“Benar, Pak. Sudah hampir tiga minggu tidak ada pasokan akibat cuaca buruk. Saat ini kebutuhan dasar masyarakat mulai menipis. Jika kondisi ini masih berlanjut hingga satu minggu ke depan, bisa saja terjadi kelangkaan,” ujar Kapolsek dalam perbincangannya dengan wartawan media ini.
Sebelumnya, Camat Pasimasunggu, Nur Amin, S.Sos.I, yang juga dihubungi melalui sambungan telepon, mengakui bahwa pihaknya sedang dalam perjalanan untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di media sosial Facebook, kelangkaan yang mulai dirasakan masyarakat adalah sulitnya mendapatkan gas elpiji. Harga elpiji di Pasimasunggu dilaporkan mencapai Rp35.000 hingga Rp55.000 per tabung.
Untuk ketersediaan bahan bakar minyak, jenis Pertalite dan Pertamax di APMS Jampea masih terpantau aman. Namun, untuk jenis Solar dilaporkan telah habis.
Hal tersebut juga diakui oleh penanggung jawab APMS Jampea, Wiwi Tambo, yang dihubungi melalui nomor telepon selulernya.
“Bensin masih aman, Pak. Hanya saja Solar memang sudah habis, termasuk elpiji 3 kilogram yang saat ini sudah sangat sulit didapatkan,” tutur Wiwi.

