• Jelajahi

    Copyright © .
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Latest Post

    ADS

    Menebar Empati, Merawat Harapan: Aksi Kepedulian Organisasi Ekstrakurikuler UPTD SMP Negeri 34 Sinjai bagi Korban Kebakaran di Desa Saotanre

    Muhsar
    7/17/26, Juli 17, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T10:47:49Z

    KLIKKAMI.NEWS –Organisasi Ekstrakurikuler UPTD SMP Negeri 34 Sinjai melaksanakan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran di Dusun Lappa, Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah, pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi penggalangan dana yang melibatkan peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta partisipasi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah.


    Penyaluran bantuan diwakili oleh Ketua OSIS UPTD SMP Negeri 34 Sinjai, Revan Al-Qadri, bersama pengurus organisasi ekstrakurikuler yang terdiri atas OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), dan Baca Tulis Al-Qur'an (BTA) dengan guru pendamping. Kegiatan ini menjadi implementasi karakter pendidikan nyata melalui penguatan nilai empati, solidaritas, gotong royong, dan tanggung jawab sosial yang terintegrasi dalam pembinaan peserta didik.


    Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah kebakaran yang menimpa rumah milik Ibu Evi di Dusun Lappa, Desa Saotanre, pada Jumat, 10 Juli 2026, sekitar pukul 15.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan sebagian bangunan rumah korban dan mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih berada dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwenang.


    Dalam kejadian tersebut, masyarakat bersama Babinsa Desa Saotanre, Kopda Supriadi, bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap sebagian barang dagangan milik korban yang berada di ruang usaha sehingga dapat diselamatkan sebelum api menjalar lebih luas. Proses pemadaman dilakukan oleh tiga unit armada pemadam kebakaran yang terdiri atas dua unit dari Pos Damkar Sinjai Kota dan satu unit dari Pos Damkar Bikeru. Berkat sinergi petugas dan masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluasnya bangunan di sekitarnya.


    Penggalangan dana dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab sosial warga sekolah dalam menanggapi musikbah yang dialami masyarakat. Bantuan yang berhasil dihimpun kemudian disalurkan secara langsung kepada keluarga korban sebagai wujud solidaritas, dukungan moral, serta harapan agar korban memperoleh kekuatan untuk bangkit dan melanjutkan aktivitas kehidupan.


    Kepala UPTD SMP Negeri 34 Sinjai, EDIANTO, S.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi kemanusiaan ini tidak hanya merepresentasikan budaya gotong royong yang menjadi nilai luhur bangsa, tetapi juga menjadi implementasi konkret penguatan karakter peserta didik sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan pendidikan nasional.


    Lebih dari sekedar penyaluran bantuan, kegiatan ini merupakan proses pembelajaran kontekstual yang menanamkan kesadaran bahwa pendidikan memiliki dimensi sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Sekolah hadir sebagai institusi yang tidak hanya mengembangkan kompetensi peserta didik yang dibesarkan, tetapi juga membentuk karakter yang berintegritas, berempati, peduli terhadap sesama, serta mampu berkontribusi dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial di lingkungan sekitar.


    Melalui semangat “Menebar Empati, Merawat Harapan”, UPTD SMP Negeri 34 Sinjai terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Setiap bentuk kepedulian yang ditumbuhkan diyakini menjadi nilai investasi bagi lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, sekolah tidak sekadar menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga ruang pembelajaran untuk menumbuhkan empati, memperkuat solidaritas, dan merawat harapan di tengah kehidupan bermasyarakat.(AGUS)

    Komentar

    Tampilkan