• Jelajahi

    Copyright © .
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Latest Post

    ADS

    Di Kayuadi Faktor Cuaca dan Risiko Tinggi, KM Sabuk Nusantara 85 Pilih Lego Jangkar

    Muhsar
    7/09/26, Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-09T02:40:27Z


    KLIKKAMI.NEWS -  Sudah dua kali dicoba untuk sandar di Dermaga Pelabuhan bahagian timur Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, namun tetap gagal akibat dorongan ombak dan arus yang deras serta angin yang cukup kencang dan lebih diperparah dengan kondisi dermaga yang tidak mampu.

     

    Selain faktor cuaca, kondisi pelabuhannya juga sangat sempit dan dangkal, sehingga sangat berisiko jika kita sengaja bersandar karena khawatir akan terhempas naik batu karang.

     

    Dengan pertimbangan ini, saya sebagai Nakhoda yang bertanggung jawab penuh diatas Kapal, lebih memilih lego jangkar daripada menanggung risiko yang cukup berat dan lebih parah.

     

    Dan keputusan untuk lego jangkar   ini juga sebelumnya telah   dikoordinasikan dengan ka wilker serta membuat berita acara yang disampaikan ke pusat tim monitoring kapal.

     

    Hal ini dijelaskan Capt Sabuk Nusantara 85 Capt. Gaspar Lengari sesaat setelah lego Jangkar kepada Muhsar Wartawan Media ini ketika ditemui dianjungan sebelum bertolak ke Pelabuhan Jinato, Kamis (9/7/2026).

     

    Capten Gaspar Lengari yang pernah menakhodai KM. Sabuk Nusantara 100 yang beroperasi di Papua ini menambahkan bahwa Kapal ini adalah aset Negara yang harus kita jaga. Bukan hanya satu sisi tapi termasuk keinginan pelayanan masyarakat.

     

    Bahkan ia menegaskan, kondisi dermaga juga ikut memperparah risiko sehingga disarankan agar pelabuhan Kayuadi ini dianjurkan untuk dilengkapi dengan kontruksi huruf T sehingga kapal dimungkinkan untuk sandar kiri maupun kanan tutur Kep Gaspar yang didampingi beberapa Crew kapal lainnya.

     

    Sementara itu, Ditempat yang sama, Ka wilker pelabuahan Kayuadi Adrianto. SH. Juga mengakui kalau kondisi cuaca di pelabuhan memang sangat tidak mendukung untuk sandar di Dermaga.

     

    Anginnya cukup kencang pak sehingga memang tidak memungkinkan untuk kapal sandar tutur Adrianto yang biasa disapa Pak Anto ini yang dibenarkan oleh beberapa petugas Pelabuhan lainnya.

    Komentar

    Tampilkan