Olehnya itu, Tak heran jika Desa Ujung, Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar dijuluki sebagai Desa Lumbung Pangan Kepulauan Selayar karena hasil padinya yang setiap tahun melimpah.
Bahkan musim panen tahun ini cukup meningkat di banding pada musim panen tahun sebelumnya.
Hal ini diuraikan Kepala Desa Ujung Ikbal. S. Ip dalam perbincangannya dengan wartawan media ini di Kantornya pagi tadi, Selasa (31/3/2026).
Dijelaskannya bahwa Desa Ujung ini memiliki luas lahan persawahan 394 Ha dan mampun menghasilkan Gabah sekitar 2500 Ton atau 1250 ton beras dan jika dikonversi nilai uangnya bisa mencapai 12 M.
Sayangnya kata dia, uang masyarakat yang seharusnya berputar dalam Desa sendiri , lebih banyak mengalir ketempat lain karena keterbatasan modal.
Sewa mobil pasangki saja , petani harus keluarkan 100 juta / unit , sementara yang digunakan ada 10 unit mobil yang mayoritas mobilnya dari Kab. Bone dan Kab. Pinrang.
Belum lagi hasil penjualan berasnya yang 70 % di pasarkan ke Plores NTT hanya 30 % di jual ke daratan Selayar.
Harapannya, kedepan nanti Koperasi Desa Merah putih harus mampu menangkal kebocoran ini dan mengusir para tengkulak yang merusak sistem per ekonomian di Desa yang pada akhirnya masyarakat yang mayoritas Petani bisa lebih sejahtera.

