KLIKKAMI.NEWS - Di bawah langit yang menjadi saksi perjalanan nilai dan cita, kegiatan Aksara (Aksi Satu Rangkai) Saoraja Scout yang digagas oleh Ambalan Makkumpelle dan Paesong Puriri Gugus Depan 03.211–03.212 UPT SMA Negeri 13 Sinjai mencapai puncaknya. Selama tiga hari, 06–08 Februari 2026, halaman UPT SMA Negeri 13 Sinjai menjelma menjadi ruang belajar kehidupan, tempat semangat, karakter, dan kebersamaan dirajut dalam harmoni gerak kepramukaan.
Mengusung tema “Aktualisasi Penggalang Tangguh dalam Kebersamaan,” kegiatan ini dirancang sebagai wahana pendidikan karakter yang integratif. Rangkaian aktivitas indoor dan outdoor kepramukaan disusun secara sistematis dan reflektif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh. Pada sesi indoor, peserta diasah untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, serta merumuskan strategi. Sementara itu, pada kegiatan outdoor, mereka ditempa menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, adaptif, dan mampu bekerja sama dalam dinamika kelompok. Keseluruhan proses tersebut merepresentasikan praksis pendidikan kepramukaan yang kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda.
Menjelang senja yang perlahan menjelma malam, puncak kegiatan terbingkai dalam upacara api unggun—sebuah ritus simbolik yang memaknai semangat sebagai cahaya, persaudaraan sebagai api, dan pengabdian sebagai bara yang tak pernah padam. Nyala api yang menari di udara menjadi metafora perjalanan para penggalang: tumbuh, menyala, dan memberi terang bagi sesama. Kehangatan suasana kian lengkap dengan pentas seni, tempat kreativitas, ekspresi budaya, dan bakat peserta berpadu dalam irama estetika yang memikat, menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya tentang disiplin, tetapi juga ruang ekspresi jiwa.
Momentum penutupan dipertegas melalui penyerahan sertifikat penghargaan kepada regu terbaik penggalang. Penghargaan ini tidak semata menandai capaian prestasi, melainkan menjadi simbol pengakuan atas proses, dedikasi, sportivitas, dan kerja kolektif yang terbangun sepanjang kegiatan. Di titik inilah nilai kompetisi bertemu dengan semangat kolaborasi, membentuk sintesis pendidikan karakter yang utuh.
Secara partisipatif, kegiatan Aksara Saoraja Scout diikuti oleh enam pangkalan SMP/MTs se-Kecamatan Sinjai Tengah, yakni UPTD SMPN 34 Sinjai, MTs Muhammadiyah Pattongko, MTs Nurul Jihad, MTsN 3 Sinjai, MTs Al-Hidayah Batu Lappa, dan UPTD SMPN 28 Sinjai, serta satu pangkalan dari Kecamatan Sinjai Barat, yaitu UPTD SMPN 3 Sinjai. Jumlah peserta tercatat sebanyak 93 orang, terdiri atas 47 peserta putra dan 46 peserta putri. Komposisi ini mencerminkan antusiasme yang merata sekaligus menunjukkan tumbuhnya semangat kepramukaan dalam keberagaman latar pendidikan.
Rangkaian kegiatan Aksara Saoraja Scout secara resmi ditutup oleh Pembina Pramuka UPT SMA Negeri 13 Sinjai, Amar, S.Pd.Gr. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan laboratorium karakter yang strategis dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan berjiwa kebangsaan. Setiap kegiatan kepramukaan, menurutnya, adalah proses pembelajaran nilai yang melampaui ruang kelas—membentuk peserta didik tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan sosial.
Dengan berakhirnya Aksara Saoraja Scout, yang tertinggal bukan sekadar catatan kegiatan, melainkan jejak nilai yang menumbuhkan kesadaran: bahwa dalam kebersamaan, penggalang menemukan jati dirinya; dalam tantangan, mereka menemukan kekuatan; dan dalam nyala api persaudaraan, mereka menemukan makna menjadi manusia yang berkarakter. Aksara Saoraja Scout, pada akhirnya, bukan sekadar rangkaian kegiatan, melainkan sebuah narasi pendidikan—tentang tumbuhnya generasi penggalang yang tangguh, berdaya, dan bermakna bagi masa depan.(AGUS)



