Dampak dari penundaan ini dipastikan akan menyebabkan penumpukan calon penumpang di Pelabuhan Pattumbukan, Kecamatan Bontosikuyu, dengan tujuan ke lima kecamatan kepulauan tersebut.
Selain penumpang, kendaraan roda dua (sepeda motor) milik warga juga diperkirakan tidak seluruhnya dapat terangkut akibat keterbatasan kapasitas kapal.
Kekhawatiran tersebut disampaikan oleh Muhsar, penumpang langganan kapal berkecepatan 12 knot itu. Ia berharap adanya langkah antisipatif dari pemerintah maupun pihak terkait.
Menurut Muhsar, seharusnya dilakukan koordinasi dengan Otoritas Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, agar pada trip pertama pasca-penundaan, KMP Takabonerate tidak mengangkut kendaraan proyek berupa mobil truk, sehingga kapasitas dapat diprioritaskan bagi penumpang dan kendaraan roda dua.
Muhsar yang juga berprofesi sebagai wartawan di salah satu media mengaku telah melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Suardi, MM, melalui sambungan telepon seluler pada Selasa (20/1/2026).
Dari percakapan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan menyampaikan bahwa dirinya baru dari Bulukumba rapat dengan PLN.
“Insya Allah akan saya komunikasikan kepada pihak penentu kebijakan di Bira. Semoga hal ini mendapat respons sesuai harapan bersama, sehingga seluruh penumpang di Pattumbukan dengan tujuan pulau-pulau dapat terakomodasi,” tegas Kadis Perhubungan yang merupakan putra asli Pulau Jampea.

