• Jelajahi

    Copyright © .
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Latest Post

    Iklan

    Wabup Muhtar: Kesabaran, Pengabdian, dan Pandangan Jauh ke Depan, Warisan Abadi Para Pahlawa

    Muhsar
    11/10/25, November 10, 2025 WIB Last Updated 2025-11-10T05:44:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    KLIKKAMI.NEWS - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Senin (10/11/2025).


    Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.


    Dalam amanat tersebut, Wakil Bupati menyampaikan tiga hal penting yang dapat diteladani dari para pahlawan bangsa, yakni kesabaran dalam perjuangan, semangat mengutamakan kepentingan bangsa, serta pandangan jauh ke depan demi generasi penerus.


    “Para pahlawan sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujar Wabup Muhtar.

     

    Lebih lanjut, ia menekankan semangat kedua, yakni mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.


    “Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, dan tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian. Di situlah letak kehormatan sejati—bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ucapnya.

     

    Adapun semangat ketiga yang disampaikan adalah pandangan jauh ke depan. Wabup menegaskan bahwa para pahlawan berjuang bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk kemakmuran generasi mendatang.


    “Perjuangan mereka adalah ibadah. Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” tambahnya.

     

    Dalam konteks masa kini, Wabup Muhtar mengingatkan bahwa bentuk perjuangan telah berubah.


    “Perjuangan sekarang bukan lagi dengan bambu runcing, tetapi dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tuturnya.

     

    Ia menutup amanatnya dengan mengaitkan semangat perjuangan para pahlawan dengan arah pembangunan nasional.


    “Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” jelasnya.

     

    Upacara Hari Pahlawan tahun ini diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ASN, TNI-Polri, Korpri, serta berbagai unsur undangan lainnya. Suasana berlangsung penuh khidmat dan nasionalisme sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan bangsa.


    Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan Barugaiya dan upacara tabur bunga di laut Pelabuhan Rauf Rahman Benteng.
    (Humas IKP Diskominfo SP/Im)


    Komentar

    Tampilkan